Tampilkan postingan dengan label Liga Spanyol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Spanyol. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 November 2012

Calon Peraih Gelar Pemain Terbaik Dunia

Dalam beberapa minggu kedepan, FIFA selaku induk organisasi sepak bola dunia akan mengumunkan nama pemain yang akan meraih predikat sebagai pemain terbaik dunia secara resmi. Sebelum mengumunkan siapa pemenangnya pada tanggal 7 Januari 2013, FIFA telah mengeluarkan daftar nama calon peraih gelar tersebut pada tanggal 29 Oktober 2012 yang lalu yang berjumlah 23 pemain. Dari ke-23 calon tersebut, Real Madrid menjadi klub terbanyak yang mengirimkan wakilnya yakni enam orang.
Agar lebih jelas siapa saja para pemain yang menjadi calon peraih gelar pemain terbaik dunia tahun 2012 ini, berikut adalah daftar ke-23 pemain tersebut di sertai deskripsi singkat yang membuat nama mereka terpilih masuk kedalam list ini.

Sergio Aguero (Manchester City / Argentina)
Sergio "Kun" Aguero  mengkahiri musim 2011/2012 sebagai top scorer di klubnya Manchester City dengan berhasil menjetak 23 gol di kompetisi Liga Inggris yang sekaligus membantu klubnya tersebut meraih gelar juara. 23 gol yang di buat oleh Aguero, unggul sembilan gol dari rekan setimnya di lini depan The Cityzen, Edin Dzeko. Momen spektakuler yang di buat oleh menantu Maradona ini adalah ketika menjadi penentu gelar juara yang diraih oleh Man City saat mencetak gol di menit ke-94 ketika menghadapi QPR di pekan terakhir Liga Inggris. 

Xabi Alonso (Real Madrid / Spanyol)
Xabi Alonso adalah salah satu pilar penting lini tengah di klubnya saat ini Real Madrid maupun timnas Spanyol. Dia memiliki kemampuan sama baiknya ketika bertahan maupun menyerang dengan kemampuan passing yang mengagumkan. Pemain berdarah Basque ini merayakan penampilan ke-100 nya bersama dengan tim nasional Spanyol dengan cara yang spektakuler, mencetak dua gol di perdelapan final Piala Eropa 2012 untuk membantu Spanyol menyingkirkan Prancis.

Mario Balotelli (Manchester City / Italia)
Mario Balotelli mencetak beberapa gol krusial bagi Manchester City, tapi kontribusi terpentingnya di musim lalu adalah sebuah umpan matang kepada Aguero untuk memastikan kemenangan dramatis atas QPR. Sementara itu untuk Itali, Balotelli membuat kagum para fans Azzurri di Piala Eropa 2012 dengan gol voli spektakuler ke gawang Republik Irlandia, setelah itu tentu kesuksesannya membantu Italia menyingkirkan Jerman di babak semi-final.

Karim Benzema (Real Madrid / Prancis)
Karim Benzema termasuk kedalam figur sentral ketika Real Madrid sukses merebut gelar La Liga musim lalu dengan sumbangsih 32 gol dan 12 assist di seluruh kompetisi. Selain itu, dimusim yang masih berlangsung saat ini Benzema juga beberapa kali mencetak gol spektakuler di antaranya kegawang Barcelona, Osassuna, dan yang terbaru adalah ketika menghadapi Ajax. 

Gianluigi Buffon (Juventus / Italia)
Pemain kunci di Jtim Juventus, Gianluigi Buffon adalah pemimpin karismatik bagi Si Nyonya Tua asuhan Antonio Conte ketika melalui musim 2011/2012 tanpa terkalahkan. Kiper Juventus ini juga selalu mengenakan jarsey No 1 di timnas Italia, meski tidak memiliki persiapan yang bagus tapi berkat kepemimpinan Buffon, Gli Azzuri mampu membalikkan semua perkiraan dengan tampil di pertandingan final. Sayang, anti-klimaks terjadi di partai puncak tersebut karena Italia kalah telak 4-0 dari Spanyol

Sergio Busquets (Barcelona / Spanyol)
Sergio Busquets mampu memantapkan statusnya di starting line-up Barca, setelah itu hal yang sama juga ia buktikan di timnas Spanyol. Hingga saat ini, posisi gelandang bertahan di timnas selalu di tempati oleh Busquets bersama Xabi Alonso selama tiga tahun terakhir. Meski memiliki posisi asli sebagai gelandang bertahan, Busquets juga tangguh ketika di letakkan di jantung pertahanan ketika dibutuhkan. 

Iker Casillas (Real Madrid / Spanyol)
Pemimpin sejati dengan respek dan rasa hormat, Iker Casillas selalu menjadi figur yang sulit ditaklukkan oleh lawan. Tanpa dia, Spanyol mungkin tidak akan meraih gelar juara Piala Eropa, dan Real Madrid tidak akan berhasil meraih gelar juara Liga Spanyol. Casillas selalu tampil dengan peforma terbaik selama 10 tahun terakhir, bermain impresiv, konsisten, efisien, dan sangat sedikit melakukan kesalahan seperti penjaga gawang lainnya. Dia hanya menderita satu gol selama penyelenggaraan Piala Eropa 2012 (di pertandingan pembuka melawan Italia), setelah itu, dia menjadi kapten pertama yang mengangkat tiga tropi antar negara secara berturut-turut.

Cristiano Ronaldo (Real Madrid / Portugal)
2012 adalah tahun yang impresiv bagi Cristiano Ronaldo. Bersama Portugal, dia berhasil mencetak dua gol kegawang Belanda dan Republik Ceska untuk membantu Portugal melaju hingga babak semi-final Piala Eropa 2012. Sedangkan bersama Real Madrid, CR7 merebut gelar La Liga --mencetak 46 gol dalam semusim-- dan menjadi pemain kunci dalam perjalanan Real Madrid mencapai babak semi-final Liga Champion.

Didier Drogba (Chelsea / Pantai Gading)
Ketika Didier Drogba mencetak gol ke gawang Stoke City pada 10 Maret 2012, dia menjadi pemain Afrika pertama yang mencapai raihan 100 gol di Premier League, tapi itu belum menunjukkan ketergantungan Chelsea terhadapnya karena dua bulan kemudian di partai final Liga Champion dia melakukan hal yang merubah sejarah Chelsea. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Chelsea untuk membalas gol telat Bayern Muenchen selain melalui sebuah sundulan dari Drogba pada menik ke-88 yang akhirnya membantu Chelse meraih gelar juara Liga Champion pertama mereka setelah sukses menaklukkan wakil Jerman tersebut melalui adu penalti.

Falcao (Atletico Madrid / Kolombia)
Radamel Falcao sekarang menjadi pembicaraan di Atletico Madrid dan Kolombia, gol demi gol selalu lahir dari sang pemain untuk memantapkan posisinya di bawah Messi dan Ronaldo di daftar pencetak gol La Liga. Penyerang berdarah India ini adalah tipikal striker komplit yang memiliki naluri mencetak gol yang tinggi dan skil olah bola di atas rata-rata. Falcao memenangi dua gelar Europa League dua musim terakhir, sebelum membantu Atl Madrid menghancurkan mimpi Athletico Bilbao di musim lalu, sang pemain juga menjadi aktor utama keberhasilan Porto merajai kejuaraan ini dengan sumbangsih 15 gol dari 12 pertandingan. Di awal musim ini, sang pemain kembali menunjukkan kehausannya di dalam kotak penalti ketika mencetak hattrick ke gawang Chelsea di partai bertajuk Piala Super Eropa yang berkesudahan 4-0 untuk keunggulan Atl Madrid.

Zlatan Ibrahimovic (AC Milan / PSG / Swedia)
Pemain berkewarganegaraan Swedia ini selalu menunjukkan kehebatannya, mengakhiri musim 2011/2012 di Serie A sebagai top scorer dengan 28 gol sebelum akhirnya hijrah ke Prancis di awal musim ini.Dia mencetak sembilan gol dari sembilan pertandingan pertamanya bersama PSG. 

Andres Iniesta (Barcelona / Spanyol)
Tetap tampil spektakuler dan impresiv figur gelandang Barcelona yang satu itu, dan selalu bangkti meski beberapa kali mengalami cidera yang membuatnya absen lama dari lapangan hijau. Andres Iniesta meraih gelar Piala Eropa kedua kalinya pada Juni yang lalu dimana dia menjadi pemain terbaik tidak hanya di partai final tapi juga yang terbaik di kejuaraan.

Lionel Messi (Barcelona / Argentina)
Meski Barcelona tidak meraih gelar bergengsi di tahun 2012 --hanya gelar Copa del Rey-- Lionel Messi selalu tampil menawan, mencetak gol indah, dan memecahkan berbagai rekor sepanjang tahun ini. Di tahun 2012 ini dia menjadi pencetak gol terbanyak Barca sepanjang masa di pertandingan resmi ketika mencetak gol ke-233 nya pada 20 Maret, memecahkan rekor pencetak gol terbanyak Liga Champion selama semusim dengan 14 gol, dan akan memecahkan rekor Pele (75 gol) dalam semusim sebelum tahun berganti.

Manuel Neuer (Bayern Munchen / Jerman)
Pada tanggal 25 April yang lalu, Bayern Munchen berhadapan dengan Real Madrid di babak semi-final Liga Champion dan Manuel Neuer tampil menawan menjaga gawangnya untuk mengantarkan Munchen lolos kebabak final. Di partai final sendiri, Neuer sukses menahan tendangan penalti Juan Mata sebelum akhirnya harus menerima kenyataan pahit untuk menjadi nomor dua terbaik di kejuaraan. Bersama Jerman dia harus menerima terjangan dua gol dari Balotelli ketika Jerman takluk 1-2 di babak semi-final

Neymar (Santos / Brazil)
16 Oktober, Neymar mencetak dua gol dari 4 gol tanpa balas kemenangan Brazil atas Jepang di pertandingan uji coba sebelumnya dia di juga telah menjalani pertandingan ke-200 bersama Santos --dengan umur yang belum genap 20 tahun--, selain itu Neymar juga mencetak beberapa gol krusial bagi timnya seperti ketika mencetak hatrick kegawang Internacional di ajang Copa Libertadores. Neymar juga menjadi bagian dari timnas Brazil yang meraih medali perak di Olimpiade London karena tidak mampu menaklukkan Meksiko di pertandingan terakhir.

Mezut Oezil (Real Madrid / Jerman)
Bersama Real Madrid, Mezut Oezil menjalani musim yang mengesankan, selain meraih gelar juara La Liga, Oezil juga menghasilkan 17 assist --16 diantaranya kepada Cristiano ROnaldo-- yang menjadikannya sebagai pemberi assist terbanyak di pentas La Liga. Dia adalah salah satu pemain yang selalu tampil dengan kemampuan terbaik di setiap el clasico.

Gerard Pique (Barcelona / Spanyol)
Sekali lagi, sama seperti tahun 2011, Gerard Pique tidak menjalani awal tahun yang bagus karena masalah cidera, tapi dia tetap tampil disebagian besar pertandingan penting yang dijalani oleh Barcelona dan Spanyol. Sebagai serang pemain bertahan, selain kehebatan dalam bertahan dia juga memiliki sklik passing dan dribling yang impresif. Di Piala Eropa 2012, Pique membangun tembok kokok di lini pertahanan Spanyol bersama partnernya asal Real Madrid, Sergio Ramos.

Andrea Pirlo (Juventus / Italia)
Tidak bisa dipungkiri, meski telah berusia 33 tahun dalam kemampuan melepas umpan-umpan akurat baik umpan pendek maupun umpan panjang, Andrea Pirlo adalah ahlinya. Bahkan kemampuan Pirlo ini sendiri di akui oleh salah satu raja passing dunia, Xavi Hernandez.  Ditahun 2012 ini, Pirlo menjalani momen istemewa setelah dianggap tidak memiliki peran signifikan lagi oleh AC Milan, dia membuktikan kemampuannya di Juventus dengan mengantarkan Juventus merajai kompetisi Serie A tanpa mengalami satu kekalahan pun.

Sergio Ramos (Real Madrid / Spanyol)
Meski memiliki posisi asli sebagai bek kanan, Sergio Ramos tidak canggung ketika pelatihkanya di Real Madri, Jose Mourinho, menjadikannya sebagai bek tengah. Keputusan Maurinho menjadikan Ramos sebagai bek tengah juga di lakukan oleh pelatih Spanyol, Vicente del Bosque. Kemampuan impresif Ramos di duel udara pun menjadi salah satu senjata alternatif bagi kedua tim yang ia bela. Seperti di Piala Eropa yang lalu ketika dia mencetak gol ke gawang Prancis dan melakukan aksi impresif di babak semi-final saaat bertemu Portugal dengan melakukan tendangan "Panenka" saat adu tendangan penalti.



Selasa, 06 November 2012

Krisis Di Tubuh Barcelona

fc barcelona
Sebuah sundulan Javier Mascherano di laga kontra Glasgow Celtic (23/10) mengejutkan para Cules. Bagaimana tidak, sundulan Mascherano tersebut langsung menggetarkan jala gawang. Namun sayang, bukan gawang Celtic yang ia bobol melainkan gawang rekan setimnya sendiri, Victor Valdes. Tiga hari sebelumnya, Valdes juga harus menerima kenyataan dibobol oleh rekan setimnya sendiri berkat sontekan Jordi Alba ketika melawan Deportivo La Coruna (20/10). Maksud hati ingin membuang bola, tendangan Alba justru melambung melewati Valdes dan memberikan gol "gratis" kepada lawan.
Dua gol bunuh diri dalam dua pertandingan secara berurutan jelas bukan hal yang terbiasa dilakukan oleh Barcelona. Ini menjadi indikasi kuat bahwa ada krisis di tubuh Barcelona terutama ketidakstabilan di lini belakang Azugrana sejak tidak bisa diperkuat oleh duet bek andalan Carlos Puyol dan Gerard Pique. Kekompakan dan kesolidan yang selalu muncul ketika duet ini tampil tidak terlihat lagi dalam beberapa pertandingan terakhir.

Indikasi lain dari buruknya kinerja lini belakang tim Cataluna ini adalah jumlah kemasukan yang mereka alami hingga pekan kesembilan Liga BBVA yang mencapai angka 11. Jumlah ini adalah jumlah terbesar yang dirasakan oleh Barcelona dalam satu dekade terakhir. Bahkan angka tersebut akan bertambah besar jika memasukkan empat gol yang bersarang di gawang Valdes di ajang Piala Super Spanyol.

Kecendrungan yang terjadi saat ini adalah pertahanan Barcelona cepat kehilangan kosentrasi ketika mendapatkan tekan dari lawan. Hilangnya konsentrasi ini lah yang "memaksa" mereka untuk membuat blunder termasuk melakukan gol bunuh diri. Selain Mascherano dan Alba yang disebutkan di awal tadi, Daniel Alves juga berpartisipasi dalam memberikan gol cuma-cuma kepada tim lawan ketika laga melawan Spartak Moskva. Mascherano sendiri hingga saat ini telah menyumbang dua gol bagi tim lawan, satu gol bunuh diri lainnya dilakukannya saat bertemu Getafe.

Keberuntungan sepertinya masih berada di pihak penghuni Camp Nou ini, disaat krisi lini pertahanan yang kerap melakukan gol bunuh diri, barisan penyerang mampu menutupinya untuk tetap menjaga raihan tiga poin. Hingga pekan kesembilan, lini serang Barcelona telah menghasilkan 29 gol yang hanya minus satu gol dari jumlah yang dihasilkan pada musim lalu. Meskipun demikian, hal seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena suatu saat dewi fortuna akan menjauh dari barisan penyerang. Ketika waktu itu terjadi, sedangkan barisan pertahanan masih belum mendapatkan kestabilan, niat Barcelona untuk mengkudeta tahta yang diraih oleh Real Madrid pada musim lalu jelas akan terganggu.

Selaku pelatih, Tito Vilanova jelas tidak bisa diam saja melihat kenyataan yang terjadi di lapangan. Beruntung bagi para pendukung setia Barcelona karena Tito menyadari kelemehan timnya tersebut. "Kami akan memperbaiki semua aspek, mencetak banyak gol, dan mengurangi jumlah kebobolan. Kami akan berusaha untuk bisa melakukan semuanya dengan baik," ujar Tito.

Senin, 05 November 2012

Liga Champion : Real Madrid Vs Dortmund

Pertarungan sengit matchday IV liga champion kembali membara. Persaingan disetiap grupnya semakin memanas, tidak terkecuali di grup D yang menjadi grup neraka pada episode 2012/13 ini. Pertarungan sengit antara Real Madrid menghadapi Dortmund di Santiago Bernabeu tentu akan menghasilkan pertandingan yang ketat mengingat kekalahan yang di derita oleh Madrid ketika berkunjung ke markas Dortmund pada matchday III.
Sebelum menyaksikan ketatnya pertandingan yang akan berlangsung rabu dini hari watku Indonesia ini, ada baiknya kita melihat beberapa fakta menarik dibalik pertemuan dua penguasa di liga Spanyol dan Jerman ini.

Pertemuan terakhir
  • Madrid menyingkirkan Dortmund di semi-final liga champion 1997/98 dengan aggregat 2-0 dimana gol Madrid kala itu dicetak oleh Fernando Morientes dan Cristian Karembeu. Direktur olahraga Dortmund saat ini, Michael Zorc dan direktur pengembangan pemain muda, Lars Ricken, turut serta dalam pertandingan tersebut.
  • Madrid kembali bertemu Dortmund di penyisihan grup ke-dua musim 2002/03. Madrid meraih kemenangan 2-1 saat bertindak sebagai tuan rumah, dua gol Madrid disumbangkan oleh Raul Gonzalez dan Ronaldo sedangkan 1 gol balasan Dortmund dicetak oleh Jan Koller. Enam hari kemudian, Koller kembali mencetak gol untuk membawa Dortmund unggul sebelum skor akhir berubah menjadi 1-1 setelah Javier Portillo mencetak gol di perpanjangan waktu.
  • Line up pertandingan terakhir [19 Februari 2003] :
    • Madrid : Casillar, Salgado, Helguera, Pavon, Roberto Carlos, Flavio Conceicao, Makelele, Figo, Raul, Zidane (Solari 81'), Ronaldo (Guti 74').
    • Dortmund : Lehmann, Evanilson (Ricken 83'), Metzelder, Worns, Dede, Reuter (Kehl 76'), Frings, Ros, Ewerton, Koller, Amoroso (Reina 67').
  • Sebastian Kehl dan Roman Weidenfeller masih berada dilapangan Dormund pada pertandingan esok, sedangkan di Madrid hanya menyisakan Iker Casillas dari pertemuan terakhir di Bernabeu.
Latar belakang pertandinga
  • Termasuk kemenangan 3-2 atas Manchester City di matchday I, Real Madrid meraih tujuh kemenangan beruntun di Liga Champion dengan mencetak total 27 gol.
  • Rekor Madrid ketika menjamu wakil dari Jerman adalah 18 kali menang, tiga kali imbang, dan dua kali kalah. Rekor ini termasuk ketika mengalahkan FC Koln 5-1 di leg pertama final piala UEFA 1985/86. Musim lalu, Madrid mengalahkan Bayen Munchen 2-1 di laga kandang, tapi tersingkir dari semi-final karena kalah dalam adu penalti. Bayern Munchen adalah satu-satunya tim Bundesliga yang mampu meraih kemenangan di Bernabeu.
  • Dortmund memiliki rekor yang mengkhawatirkan ketika berkunjung ke bumi Matador dengan catatan satu kali menang, dua kali imbang, dan lima kali mengalami kekalahan. Hasil ini termasuk ketika kalah 2-0 dari Barcelona di pertandingan Piala Super Eropa 2997. Satu kemenangan diraih saat menaklukkan Atletico Madrid di babak penyisihan grup liga champion 1996/97.
  • Kunjungan terakhir Dortmund ke Spanyol pada musim 2010/11 saat menghadapi Sevilla di babak penyisihan grup Europa League. Membutuhkan kemenangan untuk lolos kebabak selanjutnya, Dortmund hanya mampu meraih hasil imbang 2-2.

Senin, 08 Oktober 2012

Faktor Kesuksesan Timnas Spanyol

Kesuksesan tim nasional Spanyol menguasai dunia sepak bola dalam 10 tahun terakhir membuka mata dunia tentang kebijakan pemain lokal. Mayoritas klub-klub di Spanyol mempercayai kualitas pemain asal wilayah mereka sendiri atau wilayah lain di Spanyol. salah satu klub yang masih konsisten dengan centera policy selama puluhan tahun adalah Athletic Bilbao. Mereka kuat memegang teguh tradisi selalu menggunakan pemain bedarah Bosque.
Kalaupun pada musim ini ada Fernando Amorebieta sebagai pemain "asing", hal tersebut tak lepas dari faktor keturunan. Ayah Amorebieta asli orang Bosque, Amorebieta sendiri adalah didikan akademi Bilbao dan pernah membela timnas U-19 Spanyol. Namun, untuk level senior sang pemain  lebih memilih membela Venezuela, negara kelahirannya.
Bilbao termasuk klub yang konsisten mengirimkan bakat-bakat terbaik bagi La Furia Roja, saat Spanyol memulai debut di kencah internasional pada tahun 1920-an, dari 21 pemain yang terdaftar, 14 di antaranya berasal dari Bilbao. Tentu tidak hanya Bilbao yang masih mempercayai kualitas pemain lokal. Mayoritas klub-klub peserta Liga BBVA pun tetap melakukan investasi terhadap pemain lokal melalui akademinya. Sevilla, Valencia, Atletico Madrid, Real Betis, dan tentu saja Barcelona di kenal punya akademi berkualitas dan masih rajin mempromosikan pemain lokal binaan mereka.
"Tim-tim Spanyol bekerja serius dalam membina pemain muda. Para pemain yang ditarik umumnya berasal dari wilayah sekitar klub dan mulai bermain di Divisi Satu pada usia 16-17 tahun. Pada usia enam hingga delapan tahun tak ada kompetisi di akademi, mereka hanya berlatih. Baru di usia delapan sampai 10 tahun, mereka mulai bertanding dengan pengawasan. Setelah itu barulah mereka bermain lebih kompetitif"
Luis Astiazaran, Presiden LFP
Kuatnya keberadaan pemain lokal di klub-klub Spanyol tidak lepas dari unsur kedaerahan, Bilbao sangan bangga bisa terus memunculkan pemain-pemain asal Basque ke tim utama atau bahkan timnas Spanyol. Begitu pula dengan Barcelona yang menarik banyak pemain muda asal Catalan untuk berlatih di La Masia. Ketika mereka bisa tampil di tim utama, rakyat Catalan pun bakal ikut bangga. Atletico Madrid pun sama halnya dengan dua klub tersebut, mereka gencar menarik pemain muda berbakat dari wilayah Madrid selain itu Atletico juga masih mempercayai produk sendiri di tim utama.
Tak cuma itu, bagi pemain yang tidak berada di wilayah terdekat dengan klub-klub besar, tetap bisa mengharumkan nama daerah. Andres Iniesta adalah salah satu contohnya, dia kini menjadi warga kehormatan Fuentealbilla, kota kecil di provinsi Albacete. Iniesta sudah menjadi pahlawan Spanyol saat mencetak gol semata wayang di final Piala Dunia 2010. Namanya yang kerap disebut media secara tidak langsung membuat popularitas Fuentealbilla ikut terdongkrak. Kota-kota kecil lainnya  di Spanyol pun berlomba melahirkan pemain muda berbakat agar bisa mengharumkan nama kota maupun negara.
Keberadaan pemain lokal yang tetap dipertahankan di Spanyol membuat arus pemain asing tak sederas Premier League (Inggris) atau Serie A (Italia). Berkat kebijakan ini pula, Spanyol bisa mempunyai timnas mumpuni yang mampu meraih prestasi membanggakan. Di level klub, Spanyol pun sudah semakin diperhitungkan saat tampil di kompetisi Eropa.

Sabtu, 14 April 2012

Lionel Messi Masih Lebih Baik Dari Cristiano Ronaldo

Sudah menjadi rahasia umum jika kita membahas siapa pemain sepak bola terbaik di seluruh dunia saat ini. Perdebatan itu selalu memunculkan dua nama, yakni Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Tidak ada kata akhir jika membahas siapa yang lebih baik di antar keduanya. Meski masing-masing pemain memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tetap juga membuat publik ingin tau siapa yang lebih baik di antar keduanya. 
Dalam penganugrahan pemain terbaik pun dua nama ini selalu bersaing selama tiga edisi terakhir. Secara umum memang Cristiano Ronaldo lebih unggul di bandingkan Lionel Messi. Tapi, jika melihat peran sang pemain tersebut ketika menghadapi laga-laga besar kebintangan Messi jauh mengungguli CR7. Lionel Messi vs Cristiano Ronaldo, siapa lebih baik ?Jika anda masih bingung, berikut adalah beberapa pertandingan besar yang di lakoni oleh CR7 dengan penampilan di bawah standar yang mengakibatkan Messi lebih layak menyandang status sebagai pemain terbaik di dunia saat ini.

Daftar pertandingan besar kegagalan Cristiano Ronaldo :
  • Final Piala Eropa 2004, meski pada saat itu masih berusia 19 tahun namun ia telah menjadi tulang punggung klubnya Man. Utd dan di harapkan mampu menampilkan penampilan terbaiknya pada penyelenggaran yang di laksanakan di tanah sendiri. Tapi apa daya, CR7 tidak mampu berbuat banyak saat Portugal di kalahkan oleh Yunani (0 - 1).
  • Semifinal Piala Dunia 2006, sempat terjadi insiden antar dua pemain yang sama-sama membela panji Man. Utd di perdelapan final. Insiden yang melibatkan CR7 dari Portugal dan Rooney dari Inggris yang berujung pada kartu merah yang di terima oleh Rooney. Hal ini membuat sejumlah fans Inggris yang hadir di pertandingan selanjutnya  mengejek CR7 saat menghadapi Prancis. Entah berhubungan atau tidak CR7 tampil buruk yang mengakibatkan Portugal tumbang di tangan Prancis.
  • Leg II semifinal Liga Champion 2007 vs AC Milan, di matikan oleh Gennaro Gattuso membuat CR7 tidak bisa berbuat banyak saat Man. Utd di permak tigal gol tampa balas oleh Milan.
  • Final Piala FA 2007, pertahanan Chelsea di bawah asuhan Mourinho yang di galang oleh Makalele, Obi Mikel, Essien, dan Terry membuat CR7 merasakam kekalah di sebauh partai final. Man. Utd takluk 0-1 dari Chelsea.
  • Final Liga Champion 2009, menghadapi Barcelona yang pada saat ini tengah berada dalam penampilan terbaiknya membuat CR7 tidak berkutik ketika melihat papan skor dengan kemenangan 2-0 milik El Barca.
  • Perdelapan final Piala Dunia 2010, berada di puncak kejayaan sebagai seorang pemain, CR7 tidak bisa berbuat banyak saat kekalahan 0-1 Portugal atas Spanyol.
  • El Classico, pertandingan El Classico semakin membuktikan bahwa CR7 selalu meredup di saat melakoni pertandingan besar. Setidaknya CR7 mati kutu ketika Madrid takluk 0-2 dari Barca pada leg II semifinal Liga Champion 2010/2011 dan kekalahan 1-3 El Real di El Classico terakhir.