Tampilkan postingan dengan label Laws of the Game. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laws of the Game. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 September 2012

Regulasi Liga Champion Bagian 2

Stadion Sepak Bola - Menindak lanjuti mengenai informasi Regulasi Liga Champion Bagian 1 di artikel  sebelumnya, pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkannya ke bagian ke dua yakni mengenai stadion yang bisa di gunakan untuk melangsungkan sebuah pertandingan Liga Champion. Sama seperti kejuaraan-kejuaraan besar lainnya, sebuah pertandingan Liga Champion pun mengutamakan aspek stadion sebagai salah satu syarat mutlak bagi sebuah klub agar bisa melakoni pertandingan ketika bertindak sebagai tuan rumah.

Kategori Stadion
Sama seperti peraturan (regulasi) lainnya, pertandingan di kompetisi ini (liga champion) harus memenuhi kriteria yang telah di tetapkan oleh pihak pengelola kompetisi yang dalam hal ini adalah UEFA. Mengenai kriteria stadion akan di posting pada artikel selanjutnya.

  • Kategori 2 untuk pertandingan kualifikasi putaran pertama dan kualifikasi putaran kedua
  • Kategori 3 untuk pertandingan kualifikasi putaran ke-tiga dan play-off
  • Kategori 4 untuk pertandingan babak penyisihan grup hingga semi-final
Sementara itu, untuk pertandingan final stadion yang digunakan harus memenuhi semua persyaratan tambahan. Biasanya stadion untuk sebuah pertandingan final adalah stadion yang telah mendapat predikat bintang 5.

Pengecualian untuk kriteria struktur
Pihak UEFA dapat memberikan pengecualian terhadap kriteria struktur khusus untuk stadion yang bersangkutan dalam hal tertentu dan memiliki alasan yang kuat. Misalnya, karena peraturan di negara tersebut atau tidak memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan maka sebuah klub harus memainkan pertandingan kandangnya di tempat lain (daerah ataupun negara lain). Pengecualian ini dapat diberikan hanya untuk satu pertandingan saja ataupun untuk selama kejuaraan berlangsung dan keputusan ini bersifat mutlak.

Sertifikasi stadion dan Persyaratan keselamatan
- Setiap asosiasi yang di negaranya akan melangsungkan sebuah pertandingan liga champion bertanggung jawab untuk :
  • Memeriksa seluruh stadion yang akan digunakan dan mengeluarkan sertifikat kelayakan stadion yang di teruskan ke pihak administrasi UEFA, yang menyatakan bahwa stadion tersebut telah memenuhi kriteria struktrural sesuai dengan kategori stadion yang telah ditetapkan.
  • Menerima konfirmasi dari pihak administrasi UEFA bahwa stadion, termasuk fasilitas pendukung (sistem penerangan darurat, fasilitas pertolongan pertama, jenis perlindungan yang di berikan jika ada penonton yang mencoba masuk ke arena pertandingan, dan lain-lain) telah diperiksa secara menyeluruh oleh otoritas publik yang kompeten dan memenuhi semua persyaratan keselamatan sesuai dengan peraturan yang terdapat di negara tersebut.
- Pihak administrasi UEFA berhak menolak atau menerima stadion yang di ajukan atas dasar sertifikasi yang telah ditetapkan oleh UEFA, dan keputusan ini bersifat final.

Inspeksi stadion
Pihak administrasi UEFA dapat melakukan inspeksi stadion setiap saat baik sebelum maupun selama kejuaraan berlangsung untuk memeriksa apakah kriteria struktur yang dibutuhkan telah dan masih memenuhi persyaratan. Jika ditemukan tidak memenuhi persyaratan, makan badan regulasi UEFA akan memutuskan tindakan yang tepat sesuai dengan peraturan yang ada.

Kondisi lapangan
- Tim tuan rumah harus melakukan segala upaya (yang wajar) untuk memastikan bahwa lapangan dapat digunakan dalam kondisi yang terbaik.  Jika kubu tuan rumah tidak bisa menjamin hal yang demikian pada saat tanggal pertandingan dimainkan, pertandingan tidak dapat dilangsungkan dan tim tuan rumah harus mengganti seluruh biaya tim tamu (tiket pesawat, penginapan, dan hal lainnya).
- Untuk stadion yang menggunakan rumput alami, pada prinsipnya tinggi rumput tidak boleh melebihi 30mm dan seluruh permukaan lapangan harus berukuran yang sama. Ketinggian rumput tersebut harus sama di saat latihan dan di saat pertandingan. Jika di rasa perlu oleh wasit dan petugas pertandingan dari UEFA, dapat meminta kepada tim tuan rumah untuk mengurangi ketinggian rumput baik pada saat latihan maupun disaat pertandingan.
- Sebuah klub boleh melakukan pergantian permukaan lapangan, baik dari rumput alami ke rumput buatan maupun sebaliknya hanya satu kali dalam satu musim kompetisi. Perubahan tersebut baru dapat dilakukan setelah pertandingan babak penyisihan grup selesai dilaksanakan dan pergantian tersebut harus di laporkan ke pihak administrasi UEFA pada tanggal 1 Desember dan harus selesai paling lama 30 hari sebelum babak 16 besar di langsungkan. Pihak UEFA berhak memeriksa keadaan tersebut sebelum menyetujui pertandingan dilangsungkan di lapangan yang telah diganti permukaannya.

Pencahayaan
- Tiga fase di babak kualifikasi (putaran pertama, putaran kedua, dan putaran ketiga) dapat dimainkan di siang hari atau di bawah bantuan pencahayaan lampu. Jika menggunakan bantuan pencahayaan, kekuatan pancaran pencahayaan minimal 700 luv.
- Untuk pertandingan di babak play-off kekuatan pencahayaan minimal 1000 luv
- Untuk babak penyisihan grup dan seterusnya, kekuatan pencahayaan minimal 1500 luv

Jumat, 28 September 2012

Regulasi Liga Champion Bagian 1 (Sistem Kompetisi)

Menjalankan sebuah kejuaraan profesional tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, jika tidak di sertai dengan sebuah peraturan (regulasi) yang jelas tentu semua kegiatan pelaksanaan akan berantakan. Hal itulah yang membuat UEFA selaku pihak pengelola kompetisi antar klub terbesar di seluruh dunia, Liga Champion, menetapkan sebuah peraturan yang baku. Peraturan ini tentunya mengikat dan tidak pilih kasih sehingga sebuah kejuaran Liga Champion bisa menjadi besar dan digemari di seluruh penjuru dunia.
Lantas bagaimanakah regulasi yang di tetapkan oleh UEFA tersebut ? berikut ini adalah Regulasi Liga Champion Bagian I yang akan rekan-rekan ketahui.

Sistem Kompetisi
1. Kompetisi Liga Champion Terdiri dari :
a. Fase kualifikasi untuk Liga Champion :
 - Kualifikasi putaran pertama
 - Kualifikasi putaran kedua
 - Kualifikasi putaran ketiga
b. Play-off
c. Liga Champion :
 - Penyisihan grup (enam pertandingan per klub)
 - Babak 16 besar
 - Perdelapan final
 - Semi-final
 - Final

Fase kualifikasi 
Di fase kualifikasi ini digunakan sistem gugur (knock out system) dimana setiap klub bertanding dua kali (kandang dan tandang). Tim yang unggul dalam aggregat (selisih) gol dari kedua pertandingan tersebut, lolos ke babak selanjutnya. Seluruh tahap kualifikasi (putaran pertama, kedua, dan ketiga) serta babak play-off, seluruhnya menggunakan sistem seperti ini.
Klub yang kalah di kualifikasi pertama dan kedua secara otomatis tersingkir dari kujuaraan Liga Champion, sedangkan klub yang kalah di kualifikasi putaran ketiga mendapat jatah untuk tampil di babak play-off kejuaraan Europan League, sementara itu klub yang kalah di babak play-off mendapatkan tempat secara langsung di penyisihan grup Europan League. Peraturan lainnya di babak penyisihan ini adalah, setiap klub yang berasal dari satu negara tidak akan pernah bertemu.

Penyisihan grup
32 klub yang lolos ke penyisihan grup ini akan di bagi kedalam delapan grup di mana setiap grupnya terdiri dari empat klub. Klub yang berasal dari asosiasi (negara) yang sama tidak akan di letakkan di dalam satu grup. Setiap tim akan bertanding dua kali (kandang-tandang) menghadapi tiga tim lainnya yang berada didalam satu grup. Setiap kemenangan mendapatkan tiga poin, imbang satu poin, dan kalah tidak mendapatkan poin.
Jika setelah semua pertandingan di babak penyisihan grup ini dilangsungkan terdapat dua atau lebih tim yang memiliki poin yang sama, untuk menentukan peringkat tim digunakan sistem seperti berikut :
  • Jumlah poin yang di dapat dari pertandingan antara tim yang bersangkutan
  • Selisih gol di antara tim yang bersangkutan
  • Jumlah gol yang di buat terhadap tim yang bersangkutan
  • Jumlah gol tandang yang di buat oleh masing-masing tim yang bersangkutan
Jika persyaratan di atas masih menghasilkan hasil yang berimbang maka sistem yang di gunakan adalah :
  • Selisih gol dari seluruh pertandingan yang telah di mainkan
  • Jumlah gol yang di buat selama babak penyisihan grup
  • Jumlah tertinggi akumulasi koefisien klub yang bersangkutan beserta asosiasinya selama lima tahun terakhir
Delapan juara grup dan runner-up grup di babak penyisihan ini lolos kebabak 16 besar, peringkat ketiga akan diturunkan di babk 32 besar Europan League, sedangkan peringkat empat grup akan terseliminasi. Empat tim peringkat tiga terbaik yang akan tampil di babak 32 besar Europan League, peringkat terbaiknya di susun berdasarkan
  • Jumlah poin yang di peroleh selama babak penyisihan grup
  • Selisih gol terbesar
  • Jumlah gol yang di buat
  • Jumlah gol tandang yang di buat
  • Jumlah kemenangan yang di raih
  • Jumlah kemenangan tandang yang di raih
  • Akumulasi koefisien klub selama lima musim terakhir
Babak 16 besar
Pertandingan babak 16 besar ini di lakukan melalui undian yang di lakukan oleh pihak UEFA selaku pengelola kejuaraan. Babak 16 besar ini menggunakan sistem Knock Out dimana setiap tim bertanding sebanyak dua kali (kandang-tandang). Undian yang di lakukan untuk pertandingan di babak ini harus menghormati peraturan berikut ini :
  • Klub yang berasal dari asosiasi yang sama tidak bisa bertemu satu sama lainnya.
  • Juara dan runner-up dari grup yang sama di babak penyisihan grup tidak diperbolehkan bertemu lagi.
  • Sesama juara grup tidak bisa bertemu satu sama lainnya
  • Sesama runner-up grup tidak bisa bertemu satu sama lainnya.
  • Klub yang menjadi runner-up di babak penyisihan harus menjadi tuan rumah di pertandingan pertama.
Tim yang lolos dari babak 16 besar ini di tentukan melalui sistem aggregat (selisih) gol yang terjadi antara kedua tim yang bertanding. Tim yang memiliki selisih gol terbaik lolos kebabak PERDELAPAN FINAL.

Perdelapan final
Ke-delapan klub yang lolos dari babak 16 besar adalah yang menjadi peserta di babak ini. Pada babak ini ke-delapan tim yang menjadi peserta di undi kembali untuk mendapatkan lawannya masing-masing dengan melupakan persyaratan yang terdapat di babak sebelumnya. Pertandingan di babak ini menggunakan sistem knock out dimana setiap tim bermain sebanyak dua kali (kandang-tandang) dimana klub dengan aggregat gol terbaik yang lolos kebabak selanjutnya.

Semi-final
Empat tim yang lolos dari babak sebelumnya (perdelapan final) adalah tim yang menjadi peserta di babak semi-final ini. Setiap tim bertanding sebanyak dua kali dengan sistem kandang-tandang, tim yang memiliki aggregat gol terbaik setelah melalui dua pertandingan lolos ke babak final.

Final
Pertandingan final di langsungkan dalam satu pertandingan di tempat netral yang telah di tentukan jauh hari sebelum kedua tim peserta di babak ini di ketahui. Jika pertandingan berakhir dengan kedudukan berimbang di waktu normal (2x45 menit) maka pertandingan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu selama 2x15 menit. Jika salah satu tim mencetak lebih banyak gol dari lawannya setelah babak perpanjangan waktu berlangsung maka tim tersebutlah yang berhak menjadi juara. Jika di dalam babak perpanjangan waktu skor masih tetap imbang, maka pertandingan di lanjutkan ke babak adu penalti.

Minggu, 15 April 2012

Peraturan Sepak Bola Mengenai Pertandingan Home Away

Sebuah pertandingan sepak bola yang di kategorikan home and away adalah pertandingan yang melibatkan dua tim, di mana setiap tim mendapatkan satu kali kesempatan untuk bertindak sebagai tuan rumah (home). Selain bertindak sebagai tuan rumah, tim yang terlibat juga harus melakukan pertandingan di kandang lawannya (away). Berbeda dengan pertandingan tunggal yang hasil akhirnya masih di izinkan dengan hasil imbang, di pertandingan sepak bola home away setelah melakukan dua pertandingan tersebut harus menghasilkan pemenang.
Pada keadaan tertentu, setelah dua pertandingan yang di lalui kedua tim mendapatkan hasil keseluruhan yang imbang. Pada kondisi inilah di perlukannya sebuah peraturan untuk memastikan siapa yang berhak menjadi pemenangnya. Untuk mengetahui peraturan sepak bola mengenai pertandingan home away ini, stadion sepak bola akan memberikan informasi singkat agar ketika menjadi pengelola sebuah kejuaraan bisa menentukan pemenangnya.
  • Gol Away (gol di kandang lawan)
    • jika dalam sebuah pertandingan berakhir imbang maka hal pertama yang di lihat adalah jumlah gol yang di hasilkan oleh sebuah tim dalam pertandingan away nya.
    • contoh : tim A (2) vs tim B (1) , tim B (1) vs tim A (0), agregat 2-2. Karena tim B menjecatak 1 gol di kandang tim A, maka tim B lah yang akan menjadi pemenangnya.
    • hitungan mudahnya, setiap gol yang di buat di kandang lawan di kalikan dua (2)
  • Perpanjangan waktu
    • jika dalam sebuah pertandingan berakhir imbang dan selisih gol awa sama, maka pertandingan di lanjutkan dengan perpanjangan waktu setelah pertandingan kedua selama 2x15 menit.
    • contoh : tim A (1) vs tim B (0) , tim B (1) vs tim A(0), agregat 1-1. Setelah pertandingan kedua (tim B vs tim A) di lanjutkan dengan perpanjangan waktu.
  • Adu tendangan penalti
    • ketika pada kondisi kedua (perpanjangan waktu) skor agregat masih imbang, maka pertandingan di lanjutkan dengan adu tendangan penalti. Adapun tata cara pelaksanaan ketika melakukan adu tendangan penalti ini adalah :
      • wasit memilih gawang mana yang menjadi lokasi untuk melakukan adu tendangan penalti ini.
      • wasit melakukan pengundian koin di antara kedua kapten dari masing-masing tim untuk menentukan siapa yang melakukan tendangan pertama.
      • wasit mencatat nama pemain yang akan melakukan tendangan penalti.
      • pada kondisi normal, pemain yang melakukan adu tendangan penalti ini adalah lima pemain dari masing-masing tim.
      • jika dalam lima penendang pertama sebuah tim telah unggul dalam artian tidak mungkin lagi disamai oleh tim lawan, maka penendang ke-lima dari tim tersebut tidak perlu melakukan tendangan penalti lagi.
      • jika dalam lima penendang pertama menghasilkan hasil yang sama maka di tambahkan penendang lainnya di luar lima penendang pertama hingga mendapatkan pemenang. Jika keseluruhan pemain telah melakukan tendangan penalti dan hasil masih tetap imbang, maka susunan penendang kembali ke lima pemain pertama.
      • kiper yang cedera selama adu tendangan penalti ini, bisa di gantikan oleh kiper lainnya yang ada di bangku cadangan meskipun jumlah pergantian pemain telah habis.
    • gambaran posisi para pemain, wasit, dan staf pelatih dalam adu penalti ini bisa di lihat seperti gambar berikut ini :
adu tendangan pinalti
Demikianlah peraturan sepak bola mengenai pertandingan home away ini dapat di informasikan. Semua peraturan di atas sesuai dengan standar yang telah di tetapkan oleh FIFA selaku organisasi sepak bola tertinggi di dunia. Semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.

Peraturan Lainnya :
Mengenai Lapangan
Mengenai Perlengkapan
Mengenai Pertandingan

Jumat, 13 April 2012

Peraturan Sepak Bola Mengenai Permainan

Peraturan di dalam sepak bola begitu ketat dan banyak, jika tidak teliti dalam memahami peraturan tersebut kita justru akan memunculkan kontroversi di dalam menghadapi sebuah keadaan di dalam permainan. Setelah sebelumnya membahas mengenai peraturan sepak bola mengenai perlengkapan permainan pada kesempatan kali ini saya akan membahas satu lagi peraturan yang ada, lebih tepatnya peraturan mengenai permainan. Peraturan ini mencangkup banyak hal seperti posisi offside tidaknya seorang pemain, lama permainan, jumlah pemain, serta kondisi di mana sebuah gol tersebut di nyatakan sah atau tidaknya.
Dari pada berlama-lama dengan basa basinya lebih baik kita segera mengetahui peraturan sepak bola mengenai permainan ini. Berikut adalah penjelasannya.
  • Jumlah pemain
    • Sebuah pertandingan di langsungkan dengan kedua tim tidak boleh lebih dari 11 pemain termasuk penjaga gawang, sebuah pertandingan tidak dapat dilanjutkan atau di mulai jika salah satu tim memiliki kurang dari tujuh (7) pemain termasuk penjaga gawang.
    • Pergantian pemain di sebuah kompetisi/kejuaraan resmi sebanyak tiga kali pergantian dalam satu pertandingan. Di kondisi/kejuaraan tertentu dapat lebih dari tiga tergantung kesepakatan yang telah di buat di awal.
    • Prosedur pergantian pemain :
      • wasit harus di beritahu ketika akan melakukan pergantian pemain
      • pemain pengganti hanya bisa masuk ke lapangan jika pemain yang di gantikannya telah meninggalkan lapangan
      • pergantian pemain di lakukan di sisi bagian tengah lapangan permainan
      • proses pergantian pemain selesai setelah pemain pengganti masuk ke lapangan permainan
  • Durasi permainan
    • Lama permainan adalah 2x45 menit, dalam keadaan tertentu lama permainan bisa di kurangi tergantung kesepakatan yang di buat oleh kedua tim dengan wasit dan juga sesuai dengan peraturan kompetisi
    • Jeda antara babak pertama dan babak ke-dua pada dasarnya adalah selama 15 menit, namun dapat berubah tergantung dengan keputusan wasit.
  • Posisi offside
    • seorang pemain di nyatakan offside jika :
      • Berada di daerah pertahanan lawan dan sebelum orang terakhir dari pemain lawan (pemain terakhir tidak hanya kiper)
    • seorang pemain di nyatakan tidak offside jika :
      • Masih berada di setengah wilayah permainan sendiri
      • Sejajar dengan dua pemain terakhir
    • untuk lebih jelasnya silahkan lihat video berikut : offside position
    • Seorang pemain dinyatakan offsidei jika menyentuh bola atau terlibat dalam aktif dalam permainan timnya, seperti :
      • Mengganggu permainan
      • Mengganggu pemain dari tim lawan
      • Mendapatkan keuntungan dari posisi dia berada
      • Untuk lebih jelasnya mengenai kondisi seperti ini silahkan lihat video berikut  : offence
    • Pemain tidak di nyatakan offside jika menerima bola langsung dari situasi :
      • Tendangan gawang
      • Lemparan kedalam
      • Tendangan sudut
      • Lebih jelasnya, bisa melihat video berikut ini : no offence
  • Gol
  • kondisi gol yang sah
    Kondisi sah tidaknya sebuah gol
    • Sebuah gol dinyatakan sah ketika seluruh bagian bola telah melewati garis gawang yang berada do antara kedua tiang dan mistar gawang serta tidak terjadinya pelanggaran sebelum gol tersebut tercipta
    • Tim yang menang adalah tim yang mencetak lebih banyak gol sah di bandingkan dengan lawannya. Jika kedua tim memiliki gol sah /tidak mencetak gol keadaan tersebut di nyatakan draw atau imbang
    • Untuk sebuah kompetisi yang mengharuskan memiliki pemenang di setiap pertandingannya, jika kedua tim bermain imbang selama 2x45 menit maka untuk menentukan pemenangnya dilakukan dengan cara :
      • Tim terbanyak yang mencetak gol di kandang lawan (sistem kandang tandang)
      • Perpanjangan waktu (2x15 menit tanpa jeda istirahat)
      • Adu tendangan penalti 
Demikian lah informasi peraturan sepak bola mengenai permainan yang bisa anda dapatkan dari stadion sepak bola. Semoga dengan informasi ini bisa menambah wawasan anda mengenai peraturan-peraturan yang ada di dalam sebuah pertandingan sepak bola. Akhirnya saya ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
Sumber : fifa.com-the laws of the game

    Kamis, 12 April 2012

    Peraturan Sepak Bola Mengenai Peralatan Permainan

    bola resmi piala eropa
    Setelah sebelumnya di bahas peraturan sepak bola mengenai lapangan permainan pada kesempatan kali kembali di bahas peraturan sepak bola lainnya yakni yang menyangkut masalah alat permainan baik bola yang di gunakan maupun peralatan yang di perbolehkan untuk di kenakan oleh seorang pemain. Karena ternyata tidak semua jenis bola bisa di gunakan untuk bermain si kulit bundar ini, jadi jika hanya memiliki bola basket sebaiknya jangan di gunakan untuk bermain bola (^_^). Selain itu, untuk bermain di sebuah pertandingan resmi seorang pemain tidak bisa menggunakan aksesoris yang berlebihan. Untuk lebih jelasnya, bisa di lihat sebagai berikut :
    Bola yang digunakan:
    • Kualitas dan ukuran bola : 
      • Terbuat dari bahan kulit atau bahan lainnya yang memenuhi standar
      • Diameter bola tidak boleh kurang dari 68cm atau lebih dari 70cm
      • Tekan untuk bola senilai 0.8-1.1 atm (600-1.100 g/cm2)
    • Penggantian bola yang rusak :
      • Bola pecah atau rusak ketika pertandingan berlangsung :
        • Pertandingan di hentikan
        • Permainan di mulai dengan menjatuhkan bola pengganti di lokasi ketika bole sebelumnya mengalami kerusakan
      • Bola kempes/bocor ketika melakukan tendangan penalti dan bola bergerak ke depan tanpa menyentuh pemain manapun, tiang, maupun mistar gawang :
        • Tendangan penalti di ulang
      • Pergantian bola selama pertandingan tidak boleh di lakukan tanpa se-izin dari wasit 
    Perlengkapan pemain :
    • Keselamatan :
      • Setiap pemain tidak di izinkan menggunakan perlengkapan yang dapat membahayakan diri sendiri ataupun pemain lainnya (termasuk penggunaan perhiasan seperti cincin)
    • Perlengkapan dasar :
      • Kaus atau kostum berlengan, konstum tanpa lengan seperti jarsey basket tidak di izinkan
      • Celana pendek, kecuali penjaga gawang setiap pemain tidak di izinkan menggunakan celana panjang (melewati lutut) untuk ikut bermain.
      • Kaos kaki
      • Pelindung kaki (shinguard)
      • Sepatu
    • Perlengkapan pelindung (shinguard) :
      • Di tahan oleh kaos kaki, tidak di benarkan memposisikannya di luar kaos kaki
      • Terbuat dari bahan karey, plastik, atau bahan lainnya yang sesuai
      • Memberikan tingkat perlindungan yang wajar
    • Warna perlengkapan :
      • Ke-dua tim yang bermain harus memiliki warna kostum yang berbeda termasuk dengan wasit serta assiten wasit
      • Penjaga gawang memiliki warna kostum yang berbeda dengan setiap pemain termasuk dengan kostum wasit dan assistenya.
    Demikian lah informasi singkat yang membahas peraturan sepak bola mengenai peralatan permainan ini di kabarkan dari Stadion Sepak Bola. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda.
    Terima kasih atas kunjungannya.

    Peraturan Lainnya :
    Mengenai Lapangan
    Mengenai Pertandingan

      Peraturan Sepak Bola Mengenai Lapangan Permainan

      Menindak lanjuti artikel mengenai peraturan dalam sepak bola pada artikel sebelumnya, maka pada kesempatan kali ini Stadion Sepak Bola kembali menyajikan informasi terlengkap mengenai peraturan sepak bola yang di sesuaikan dengan peraturan FIFA. Meski tidak jauh beda dengan informasi sebelumnya, namun kali ini peraturan yang di sajikan lebih lengkap karena di ambil langsung dari sumbernya. 
      Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah informasi mengenai peraturan sepak bola berdasarkan standar yang telah di buat oleh FIFA.
      Permukaan Lapangan
      Pertandingan bisa di lakukan di atas permukaan alami maupun buatan, selama masih memenuhi standar yang telah di tetapkan. Permukan lapangan haruslah berwarna hijau
      Tanda Lapangan
      Lapangan pertandingan haruslah berbentuk persegi panjang yang di tandai dengan garis. Garis-garis ini termasuk garis pembatas lapangan. Dua garis batas yang panjang disebut dengan Touch Line dan dua garis pembatas lainnya yang lebih pendek disebut dengan Goal Line. Lapangan dibagi dalam dua bagian simetris yang di garis tengahnya terdapat titik untuk memulai pertandingan (Kick Off). Lingkaran di titik kick off berukuran 9.15m. 
      Ukuran Lapangan
      Untuk ukuran panjang lapangan minimal 90m dan maksimal 120m, sedangkan untuk lebar lapangan minimal 45m dan maksimal 90m. Khusus untuk pertandingan yang melibatkan negara ukuran panjang lapangan 100-110m dan lebar 64-75m. Selain itu, ukuran lebar garis yang terdapat di lapangan tidak boleh lebih dari 12cm.
      Ukuran Gawang
      ukuran gawang sepak bola
      Tampilan lengkap mengenai lapangan sepak bola 
      ukuran lapangan sepak bola
      Peraturan Lainnya :
      Mengenai Pertandingan
      Mengenai Perlengkapan Permainan