Tampilkan postingan dengan label Landasan Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Landasan Sejarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 April 2012

Serba Tertua Di Piala Eropa

Piala Eropa selalu melahirkan berbagai catatan menarik di setiap penyelenggaraan nya. Pada edisi kali ini, Stadion Sepak Bola mencoba untuk membagikan informasi menarik tersebut kepada para pembaca setia blog ini. Catatan mengenai Piala Eropa yang di bahas pada kesempatan kali ini adalah para pemain tertua yang mencatatkan nama mereka di buku sejarah penyelenggaraan kejuaraan. 

Kategori yang di maksudkan adalah : pemain tertua yang merasakan gelar juara, pemain tertua yang tampil di kejuaraan, pemain tertua di pertandingan final, dan pemain tertua yang pernah mencetak gol. Siapa saja para senior yang seakan tidak pernah merasa tua ini ? berikut adalah informasi mengenai para senior tersebut.

Pemain tertua yang menjadi juara 
Arnold Muhren (37 tahun dan 23 hari, Belanda)
Pertandingan final Piala Eropa 1988 di Muenchen, Jerman, akan selalu di ingat berkat gol voli cantik yang di buat oleh Van Basten tapi beberapa orang mengetahui apa yang telah di lakukan oleh Muhren di pertandingan tersebut. Pemain yang pernah merumput bersama Ajax, Twente, Ipswich, dan Man Utd sebagai gelandang, adalah pemain yang mengirimkan umpan kepada Van Basten untuk menciptakan gol ke-dua untuk menjadi pemenang kejuaraan.
Berkat aksi tersebut, Muhren menjadi pemain tertua yang pernah merasakan indahnya meraih trofi Piala Eropa. "Only when we came back to Holland did we realise the madness, the sheer joy and the celebrations that were going on," Ucapan Muhren setelah meraih kemenangan di pertandingan final tersebut.

Pemain tertua yang pernah tampil di Piala Eropa
Lothar Matthaus (39 tahun dan 91 hari, Jerman)
Matthaus tampil membela Tim Panzer Jerman di Piala Eropa 200 yang di selenggarakan oleh Portugal di mana pada kemudian hari sang pemain menjadi salah satu bagian sejarah sepanjang penyelenggaraan Piala Eropa sebagai pemain tertua yang pernah berpartisipasi di kejuaraan. 

Pemain yang selama karier profesional-nya pernah bermain di Monchengladbach, Bayern Muenchen, dan Inter Milan ini melewati rekor sebelumnya yang di buat oleh salah satu legenda Denmark, Morten Olsen setelah Denmark kalah dari Italia dengan skor 2-0. Pada saat itu, usia Olsen adalah 38 tahun dan 308 hari.

Pemain tertua yang tampil di partai final
Jens Lehman (38 tahun dan 232 hari, Jerman)
Kiper yang sukses berkarir ketika menjaga gawang Schalke, Dortmund, dan Arsenal ini mendapatkan gelar sebagai pemain tertua di partai final ketika mengawal gawang Jerman menghadapi Spanyol di final Piala Eropa 2008. Selama kejuaraan berlangsung, Lehman berhasil menciptakan dua kali clean sheets sebelum akhirnya di pertandingan final di taklukkan oleh gol yang di buat Fernando Torres pada menit ke-44 di Viena.

Pemain tertua yang mencetak gol
Ivica Vastic (38 tahun dan 257 hari, Austria)
Pemain yang pernah bermain di Sturm Graz dan Austia Viena ini menjadi pemain tertua yang pernah mencetak gol di putaran final Piala Eropa ketika Austria menghadapi Polandia di babak penyisihan grup Piala Eropa 2008. Gol yang di buatnya pada pertandingan tersebut menjadi gol terakhir sekaligus yang ke-14 bagi tim nasional Austria sepanjang 50 kali penampilan.

Itulah fakta menarik dari penyelenggaraan Piala Eropa yang terkadang banyak orang tidak mengetahuinya. Semoga informasi mengenai serba tertua di Piala Eropa ini bermanfaat bagi fans semuanya, dan akhirnya saya ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

Kamis, 12 April 2012

Kenapa Saya Memilih Tema Sepak Bola ?

sepak bola lapangan hijau
Kenapa saya memilih tema sepak bola ? mungkin itulah pertanyaan yang akan muncul di pikiran Anda yang mengunjungi blog ini. Sebuah pertanyaan yang saya anggap adalah wajar di tengah ketatnya persaingan untuk menjadi yang nomor satu di google dengan menggunakan tema ini. Memilih tema sepak bola ibarat menantang maut bagi saya karena di posisi ini telah di duduki oleh pemain yang berpengalaman seperti detik.com, bolanews.com, goal.com, dan masih banyak yang lainnya. Selain persaingan yang sengit, tentu saingan yang saya sebutkan sebelumnya mengandalkan para master SEO untuk mengelola situsnya untuk bisa menguasai halaman terdepan di mesin pencari.
Melihat fakta di atas, lantas kenapa saya masih nekad untuk memilih sepak bola sebagai niche blog ini ? apakah saya tidak takut semua aktifitas ngeblog saya tidak akan muncul di halaman terdepan google ? Jawaban yang simple, saya akui memang nekad memilih niche ini tapi saya memilih niche blog sepak bola bukan untuk menjadi yang terbelakang di antara situs portal berita tersebut. Tapi, saya ingin menjadi yang terdepan di antara situs-situs portal berita tersebut !. Meski saya tidak menguasai teknik SEO, SERP, dan sejenisnya, bukan berarti saya akan kalah sebelum bertanding.
Apa modal saya untuk memberanikan diri memilih sepak bola sebagai tema dari blog ini ? jika Anda bertanya demikian jawaban saya hanya dua, pengalaman dan minat. Lebih detailnya bisa dilihat sebagai berikut :
  • Pengalaman
    • Blog ini adalah blog ke-dua yang saya miliki setelah blog sebelumnya saya hapus
    • Blog pertama tersebut 75% pengunjungnya berasal dari search engine
    • Pengalaman selama dua tahun di dunia blog membuat saya mengerti sedikit banyak mengenai ilmu per-blog-an 
    • Lebih dari 60% berita yang ada di portal berita tersebut bersumber dari internet, sehingga saya pun memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan informasi mengenai berita terebut 
  • Minat
    • Sepak bola adalah cinta pertama
    • Saya menyukai sepak bola melebihi apapun di dunia ini  (kecuali orang tua tentunya ^_^)
    • Sebagai seorang yang pernah menjadi bagian dari olahraga ini, sedikit banyak saya bisa memahami seluk beluk yang terdapat di dalam dunia ini. 
Mungkin menurut pandangan anda, alasan yang membuat saya berani bermain di niche sepak bola belumlah terlalu kuat di tambah lagi pemahaman saya tentang SEO dan SERP yang minim. Lantas apa yang akan terjadi dengan blog saya ini kedepannya ? Anda jangan kaget jika kelak, Stadion Sepak Bola ini akan berdiri di peringkat 1 pencarian google. Karena apa ? Karena tujuan dari pembangunan Stadion sepak bola ini adalah untuk menjadi yang terbaik di antara yang terbaik. Anda beranggapan saya hanya bermimpi ? Tidak ! Karena semua tujuan ada jalannya tergantung bagaimana kita menemukan jalan tersebut.